Pelatihan Pemilahan Sampah Bersama Stakeholder Gondanglegi Kulon: Sebuah Nama, Satu Visi Menuju Kampung Cerdas Sampah

Gondanglegi Kulon, 9 Juni 2025 – Ada kalanya sebuah nama bukan hanya kebetulan, melainkan bagian dari jalan pengabdian. Kampung Araya yang berada di Jalan Ahmad Yani, RT 08, menjadi titik fokus program KKN-T Universitas Al-Qolam Malang Kelompok 11. Uniknya, pelatihan pengelolaan sampah perdana mereka justru menghadirkan Bapak Ahmad Yani sebagai pemateri seorang profesional yang telah lama berkecimpung dalam dunia pengolahan sampah berbasis masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Gondanglegi Kulon ini merupakan langkah awal dari program kerja bertema “Kampung Cerdas Sampah”. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa KKN dan beberapa stakeholder lokal, dengan harapan membuka ruang kolaborasi lintas elemen desa dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Fokus pengabdian yang ditetapkan adalah Kampung Araya, bukan tanpa pertimbangan. Kampung ini dikenal memiliki masyarakat yang aktif, responsif terhadap kegiatan sosial, dan sudah menunjukkan partisipasi dalam berbagai program komunitas. Harapannya, Kampung Araya bisa menjadi kampung percontohan dalam pengelolaan sampah dan memberi inspirasi bagi wilayah lain di Gondanglegi Kulon.

Dalam penyampaiannya, Bapak Ahmad Yani menyampaikan refleksi yang menarik tentang kesamaan nama dirinya dengan lokasi pengabdian mahasiswa. “Entah ini takdir atau bukan, tapi rasanya menyenangkan bisa mengontribusikan diri di Jalan Ahmad Yani, bersama warga yang semangatnya luar biasa. Semoga ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan juga diwarnai dengan dinamika. Meskipun undangan telah disebar ke berbagai pihak, jumlah stakeholder yang hadir tidak sebanyak harapan panitia. Namun, kehadiran warga Kampung Araya mendominasi dan menjadi bukti bahwa partisipasi aktif justru datang dari kampung yang menjadi titik fokus itu sendiri. Tokoh masyarakat dari Lazisnu dan Muslimat NU juga turut hadir dan memberi dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Suasana pelatihan berjalan hangat dan bermakna. Mahasiswa memaparkan program kerja, lalu dilanjutkan dengan diskusi terbuka seputar pengelolaan sampah dan strategi pelibatan masyarakat. Kampung Araya diposisikan bukan hanya sebagai objek pengabdian, tapi juga mitra aktif yang akan turut bergerak bersama mahasiswa sepanjang masa KKN.

Kegiatan ini menjadi penanda awal bahwa perubahan dapat dimulai dari satu tempat kecil yang konsisten bergerak. Kampung Araya di Jalan Ahmad Yani, dengan nama yang sama seperti pemateri, telah memulai langkah penting menuju lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan sadar akan sampah.“Kalau satu kampung bisa jadi pelopor, maka kampung lain pasti bisa mengikuti,” harap salah satu panitia pelaksana di akhir kegiatan.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T Universitas Al-Qolam Malang Kelompok 11 berharap bisa terus melibatkan masyarakat secara aktif dan menumbuhkan semangat kolektif menuju desa yang sehat dan cerdas lingkungan. Kampung Araya kini bukan hanya lokasi, tetapi simbol awal perubahan nyata.

Penulis: Anis Sholihah Hanany (Mahasiswa KKN-T Kelompok 11 Gondanglegi Kulon)