
Pandansari, 12 Mei 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Al-Qolam Malang Kelompok 8, bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka merumuskan Program Kerja Gerakan Desa Maslahah. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Pandansari dan difasilitasi oleh Pemerintah Desa Pandansari.
FGD yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Desa Pandansari, Bambang Riyanto; Ketua MWCNU Kecamatan Ngantang; Ketua Ranting NU Desa Pandansari; Dosen Pembimbing Lapangan; 27 mahasiswa Universitas Al-Qolam; serta tokoh masyarakat setempat.
Diskusi diawali dengan pembukaan oleh moderator sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Fakhtul Wahab, S.Ag., M.A., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan dalam merancang program pembangunan berbasis kebutuhan riil desa.

Mahasiswa kemudian memaparkan hasil survei Indeks Keluarga Maslahah (IKM) dan Indeks Desa Maslahah(IDM), yang mengungkapkan berbagai capaian serta tantangan yang dihadapi Desa Pandansari. Beberapa isu strategis yang muncul dalam diskusi di antaranya: Pengelolaan sampah Sampah masih sering dibuang sembarangan karena kurangnya fasilitas dan pemahaman masyarakat.
Pendidikan: Tingginya angka putus sekolah di tingkat SMP dan SMA akibat jarak sekolah yang jauh, ketiadaan transportasi umum, serta keterbatasan ekonomi keluarga.
Keagamaan: Perlunya penguatan peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai sarana pendidikan karakter anak. Selain itu, angka pernikahan dan perceraian dini yang masih tinggi juga menjadi perhatian, meskipun telah dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan kader desa.

Beberapa program diusulkan sebagai tindak lanjut dari FGD ini, antara lain pembangunan instalasi pengolahan sampah atau bank sampah, studi banding pengelolaan sampah ke Desa Madiredo Pujon, advokasi pendirian lembaga pendidikan menengah seperti MTs atau SMP, serta program pemberdayaan masyarakat melalui PKK dan lembaga keagamaan. Di bidang keagamaan, turut diusulkan dukungan administratif bagi TPQ serta insentif transportasi untuk guru ngaji yang bersumber dari dana pemerintah kabupaten.
Seluruh peserta FGD sepakat bahwa hasil diskusi ini akan menjadi dasar awal dalam penyusunan Program Kerja Gerakan Desa Maslahah. Pembahasan lanjutan akan dijadwalkan dan kembali difasilitasi oleh mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan.
Penulis: Mahasiswa KKN-T Kelompok 8 (Desa Pandansari Kec. Ngantang Kab. Malang)