Mahasiswa KKN IAI Al-Qolam Adakan Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Dusun Sumbertangkil

Sumbertangkil merupakan salah satu dusun yang berada di desa Sumbertangkil  kecamatan Tirtoyudo kabupaten Malang. Hasil bumi wilayah ini sangat beragam macamnya, misalnya duren, kopi, pisang, serta salak. Tak heran mata pencaharian utama penduduknya adalah petani. Hal ini mengakibatkan tingginya tingkat pemakaian pupuk guna menyuburkan tanah. Permasalahan muncul dikarenakan kelangkaan pupuk bersubsidi. Para petani mengeluhkan harga pupuk yang semakain mahal. Hal ini mendorong para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Agama Islam Al Qolam untuk mencari alternatif lain guna memenuhi kebutuhan pupuk para petani. Disamping itu pupuk kandang dinilai lebih ramah lingkungan.

Pada hari minggu 3 Desember 2023 Mahasiswa KKN IAI Al qolam mengadakan penyuluhan pertanian dengan tema ‘’Pelatihan dan Penyuluhan Pengolahan Pupuk Organik bersama Kelompok Tani Unggul Dusun Sumbertangkil kecamatan Tirtoyudo’’ . Penyuluhan di laksanakan di kediaman ketua kelompok Tani Unggul Dusun Sumbertangkil. Narasumber penyuluhan ini adalah mahasiswa Peternakan dan Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Penyuluhan ini dihadiri kurang lebih 70 undangan yang terdiri atas ketua dusun, ketua RT setempat, kelompok tani, serta para petani sekitar. Kami juga mengundang kelompok KKN lain, baik yang berada di Dusun Tumpaklengkong maupun Dusun Gampingan.

Materi yang disampaikan oleh narasumber berupa perawatan kandang dan hewan ternak, pemanfaatan kotoran ternak sebagai biogas, serta pemanfaatan kotoran kambing menjadi pupuk organik.  Narasumber juga menjelaskan pentingnya pemberian vaksin bagi ternak serta jarak aman pembuatan kandang dari rumah yaitu sekitar 10 m.

Praktek pembuatan pupuk kandang dilaksanakan setelah pemberian materi oleh narasumber. Para warga sekitar sangat antusias dengan diadakannya penyuluhan ini. Mereka tidak segan membantu dan berpartisipasi. Pembuatan pupuk dimulai dengan menggiling kotoran kambing terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan sekam dan juga kapur dolomit. Setelah itu disemprot dengan cairan EM4 sampai kotoran ketika dikepal tidak pecah. Lalu ditutup menggunakan terpal dan di diamkan selama 3 minggu. Setelah itu pupuk siap digunakan.

Kegiatan Penyuluhan berlangsung lancar. Para warga saling gotong royong dan saling bahu membahu.  Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi para petani dan warga sekitar.