Sinergi KKNT Universitas Al-Qolam: Membangun Kembali LAZISNU di Dusun Sumbermulyo untuk Filantropi Berkelanjutan

Madiredo, 11 Juli 2025 – Bertempat di Masjid Nurul Khasanah, Dusun Sumbermulyo, telah terselenggara kegiatan bertajuk “Workshop Penguatan Lembaga Filantropi NU dan Pelantikan Pengurus LAZISNU Dusun Sumbermulyo” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKNT Universitas Al-Qolam. Acara ini mengusung tema “Meningkatkan Peran LAZISNU dan Banom NU dalam Penguatan Filantropi Desa Madiredo”.

Kegiatan dimulai usai salat Isya dengan pembukaan berupa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Subhanul Wathon, sebagai bentuk semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama. Agenda utama acara ini adalah pelantikan pengurus baru LAZISNU Dusun Sumbermulyo, yang sebelumnya telah dibentuk melalui musyawarah bersama antara mahasiswa KKNT dan tokoh masyarakat setempat.

Pelantikan dipimpin oleh perwakilan PCNU Kabupaten Malang, Fajar Bowo Laksono, yang juga membacakan ikrar LAZISNU dan diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh pengurus baru. Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada ketua LAZISNU Dusun Sumbermulyo menandai dimulainya kiprah organisasi filantropi ini secara resmi di wilayah tersebut.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan kemudian memasuki sesi workshop yang juga disampaikan oleh Fajar Bowo Laksono. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya niat ibadah dalam gerakan zakat, infaq, dan shodaqoh, serta mengenalkan sistematika kerja LAZISNU dalam lima pilar utama: ibadah, dakwah, tarbiyah, konsolidasi, dan fundraising. Beliau juga menekankan bahwa gerakan shodaqoh melalui program 3S (Sedino Sak Ikhlase) bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan bentuk pembiasaan amal berjamaah yang penuh keistiqomahan.

Menariknya, dalam workshop tersebut juga disampaikan sistem operasional LAZISNU secara teknis, mulai dari pendataan calon penerima kotak koin, pembagian kotak, pencatatan, hingga pelaporan hasil dan pentashorufannya yang transparan. Peserta juga mendapatkan motivasi melalui kisah nyata keajaiban shodaqoh, sehingga membangkitkan semangat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan koinisasi dan filantropi NU.

Salah satu pengurus baru mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, KKNT mempunyai program kerja yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Berkat mereka, pengurus LAZISNU di dusun kami kini bisa terbentuk dan mulai bergerak,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa KKNT Universitas Al-Qolam tidak hanya membawa semangat akademik, tetapi juga mendorong tumbuhnya gerakan sosial berbasis keislaman yang memberi dampak positif langsung di tengah masyarakat. Diharapkan, LAZISNU Dusun Sumbermulyo dapat terus aktif, amanah, dan menjadi pionir filantropi di tingkat desa.

Penulis: Mahasiswa KKN-T Desa Madiredo Kec. Pujon