Dialog Pemberdayaan ‘Gerakan Desa Maslahah’ Bersama Stafsus Menteri dan Koordinator Pemberdayaan RI

LP3M Universitas Al-Qolam Malang menggelar kegiatan Dialog Pemberdayaan Gerakan Desa Maslahah dengan tajuk “Tantangan dan Harapan”. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 14 Juli 2026 ini bertempat di Auditorium Universitas Al-Qolam Malang dan dihadiri oleh civitas akademika, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Acara yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal Live Streaming Al-Qolam TV ini menghadirkan dua pemateri nasional dan akademisi terkemuka, yaitu Dr. Achmad Maulani, M.Si (Staf Khusus Menteri dan Koordinator Pemberdayaan Republik Indonesia) serta Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc (Kepala LP3M Universitas Al-Qolam Malang).

Acara diawali dengan sambutan hangat dari pihak rektorat Universitas Al-Qolam Malang yang disampaikan oleh Wakil Rektor 3, Nyai Hj. Siti A’isyah, M.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran kampus dalam mengawal kemaslahatan umat melalui program-program yang menyentuh langsung ke tingkat akar rumput, sejalan dengan visi Gerakan Desa Maslahah.

Dr. Achmad Maulani, M.Si memberikan pemaparan yang sangat relevan bagi audiens muda yang hadir. Beliau menyoroti peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Sebagai mahasiswa yang mayoritas merupakan bagian dari Generasi Z (Gen Z), jangan terlalu anti dengan politik. Politik dan kebijakan adalah instrumen penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk di tingkat desa” tegas Dr. Maulani di hadapan para peserta.

Beliau juga menambahkan bahwa literasi politik yang sehat di kalangan mahasiswa akan melahirkan pemikiran kritis yang konstruktif untuk mengatasi berbagai tantangan nyata di pedesaan saat ini.

Sementara itu, Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc. selaku Kepala LP3M Universitas Al-Qolam Malang, menguraikan implementasi taktis dari Gerakan Desa Maslahah. Beliau memaparkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi jembatan (fasilitator) antara potensi lokal desa dengan inovasi teknologi serta keilmuan modern untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan sosial.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif melontarkan pertanyaan pada sesi tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan mampu memantik semangat baru bagi para mahasiswa untuk turun tangan langsung, berkolaborasi, dan mengabdi demi kemajuan desa-desa di Indonesia.