Parameter Kemaslahatan Desa Versi Universitas Al-Qolam Malang

UQM atau Universitas Al-Qolam Malang selama beberapa tahun kebelakang mengembangkan parameter untuk mengukur kemaslatan Desa. Indeks Desa Maslahah (IDM), demikian tajuk parameter tersebut.

Menurut sekretaris LP3M, Fitriyah Mahdali, parameter ini bagian dari perwujudan visi UQM yakni menjadi kampus pengabdian transformatif berbasis pesantren. “Perubahan sosial yang dicanangkan UQM harus punya arah dan parameter capaian. Maslahah dan IDM adalah jawabannya“, ungkapnya.

Sebagai bentuk strategi transformasi sosial dicanangkan Gerakan Desa Maslahah yang salah satu implementasinya dibarengkan dengan KKN-T mahasiswa“, imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tahun ini, 2025, mulai 23 April UQMmelepas 350 mahasiswa untuk melaksanakan KKN-T bertajuk Gerakan Desa Maslahah di 12 Desa di 5 kecamatan dan 2 Kabupaten, yang berakhir 19 Juli 2025 lalu.

Salah satu yang dilakukan adalah mengukur kemaslatan di desa masing-masing.

Hasilnya, desa Pujon Kidul menempati posisi teratas dengan perolehan indeks 0,81 yang artinya maslahah. Sedangkan skor terendah diperoleh desa Jombok Kec. Ngantang dengan skor 0,58 yang artinya cukup maslahah.

Dari hasil indeks bisa dilihat pada indikator mana desa dikatakan kurang maslahah, cukup maslahah, maslahah dan sangat maslahah. Hasil indeks ini diharapkan dapat dikaji oleh stake holder desa setempat sebagai pijakan arah perubahan yang akan dilakukan.

Adapun hasil survey Indeks Desa Maslahah secara keseluruhan dapat dilihat melalui link berikut:

https://qmi.alqolam.ac.id