Pesarean Mbah Sogol Gondanglegi Memasuki Usia 24 Tahun: Masyarakat dan Mahasiswa KKN-T Al-Qolam Lakukan Pembongkaran untuk Renovasi

Gondanglegi| Minggu, 11 Mei 2025 Pendopo Pesarean Mbah Sogol di Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengalami kondisi yang semakin tidak nyaman bagi masyarakat sekitar dan para peziarah.

Faktor usia dan pengaruh alam menyebabkan beberapa bagian pendopo mengalami kerusakan, sehingga inisiatif pembongkaran dan renovasi pun muncul sebagai bentuk kepedulian masyarakat.

Menurut salah satu pengelola pesarean, Bapak Suwandi, renovasi ini merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga kenyamanan peziarah. “Ketidaknyamanan ini terjadi karena faktor alam dan usia bangunan yang sudah cukup tua. Akibatnya, masyarakat yang berziarah kerap merasa kurang nyaman,” ujar Bapak Suwandi saat diwawancarai.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi semakin memburuk saat hujan turun, karena terdapat beberapa titik kebocoran di atap. “Saat hujan, kebocoran atap semakin terasa dan berpengaruh terhadap kenyamanan para peziarah. Karena itulah, masyarakat berinisiatif untuk melakukan pembongkaran sebagai langkah awal menuju renovasi,” tambahnya.

Dalam wawancara terpisah dengan awak media KKN-T Mahasiswa Al-Qolam, pengelola lain yang akrab disapa Pak Gandos menjelaskan pentingnya pesarean ini bagi masyarakat. “Pesarean Mbah Sogol bukan sekadar tempat sakral yang harus dilestarikan. Tapi, beliau adalah sosok yang membabat alas Gondanglegi, baik secara fisik maupun secara spiritual. Maksudnya, beliau datang untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat yang saat itu masih kental dengan adat kejawen. Beliau berasal dari Sleman, Jawa Tengah,” jelasnya.

Adapun renovasi yang dilakukan akan dipokuskan pada bagian atap pendopo tanpa mengubah struktur di bawahnya. “Pembongkaran hanya dilakukan pada atap, tidak sampai ke bagian bawahnya. Nantinya, akan ada sedikit tambahan berupa garuda di bagian pinggir sebagai elemen estetika baru,” imbuh Pak Gandos.

Sumber dana renovasi berasal dari simpatisan dan sumbangan masyarakat secara sukarela. “Renovasi ini sepenuhnya didukung oleh sumbangan langsung dari masyarakat. Siapa pun yang ingin berkontribusi, dipersilakan,” tambahnya.Kegiatan pembongkaran dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk warga setempat, komunitas Go-Care, serta mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang.

Renovasi ini diharapkan dapat memperbaiki kenyamanan pesarean sekaligus menjaga nilai sejarah dan religiusnya bagi masyarakat Gondanglegi.

Penulis: Mahasiswa KKN-T Al-Qolam Kelompok 12 (Fauzan Taqiuddin Abdul Fatah)