Peresmian Ranting Maslahah Besowo Kediri Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang

Pada hari Senin, tanggal 21 April 2025, telah diselenggarakan kegiatan Halal Bihalal sekaligus pembukaan program kerja rutin Ranting Nahdlatul Ulama (NU) beserta seluruh Badan Otonom (Banom) se-Desa Besowo sekaligus pembukaan KKN-T Kelompok Kediri Universitas Al-Qolam. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Baitul Muttaqin, yang berlokasi di Dusun Jaban, Desa Besowo.

Acara ini juga menandai dimulainya kerja sama strategis antara Ranting NU dengan mahasiswa KKN-T Universitas Al-Qolam, Gondanglegi, Kabupaten Malang, dalam bentuk peluncuran program “Gerakan Desa Maslahah”. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran Ranting NU dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan NU di tingkat desa serta memperluas jejaring kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi guna menciptakan sinergi antara komunitas lokal dan akademisi. Kehadiran berbagai unsur Banom dalam kegiatan ini menunjukkan semangat kolektif dan partisipasi aktif dalam mewujudkan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya.

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB, dengan partisipasi yang luas dari berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini para pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Desa Besowo beserta unsur-unsur Badan Otonom (Banom) yang meliputi Fatayat NU, Muslimat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Selain itu, perangkat pemerintahan desa Besowo juga turut berpartisipasi, menunjukkan dukungan kelembagaan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh delegasi dari Universitas Al-Qolam, Gondanglegi, yang terdiri atas dosen pendamping serta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Mahasiswa tersebut tergabung dalam dua kelompok, yakni Kelompok Kebonrejo dan Kelompok Besowo, dengan total jumlah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 54 orang. Agenda utama dalam kegiatan ini meliputi prosesi pelantikan pengurus Lembaga Kesehatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kecamatan Kepung serta pembukaan resmi program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Al-Qolam, khususnya untuk kelompok penempatan di wilayah Kediri.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kepung mengungkapkan harapan besar terhadap terjalinnya kolaborasi yang erat antara mahasiswa peserta KKN-T dengan inisiatif Ranting Maslahah. Beliau menekankan pentingnya integrasi antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dan praktik nyata di tengah masyarakat. Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan, terutama dalam mendorong kemajuan dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan pedesaan.

Selain itu, dalam sambutannya, perwakilan perangkat desa besowo menyampaikan bahwa desa besowo dapat digambarkan sebagai miniatur Indonesia. Hal ini tercermin dari keberagaman masyarakatnya yang terdiri atas pemeluk agama yang berbeda, seperti Islam dan Nasrani, yang hidup berdampingan secara harmonis. Nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjaga di desa ini menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

A Atho’ Lukman H,M.Sc, selaku ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Al-Qolam sekaligus dosen pembimbing lapangan dan fasilitator, juga menyampaikan bahwa tujuan utama mahasiswa mengikuti KKN-T adalah untuk belajar menjadi pnegak nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Selain itu, ia memperkenalkan dua konsep penting yang telah diberikan kepada mahasiswa selama pra-KKN, yaitu membangun Desa Maslahah dan mewujudkan Keluarga Maslahah. Dalam implementasinya, mahasiswa akan melakukan survei dan observasi untuk mengenal lebih dekat kebutuhan masyarakat, serta turut membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Acara ditutup pada pukul 16.00 dengan sesi Mauidhoh Hasanah oleh KH. Ma’mun Mahfud yang menekankan pentingnya membangun Desa Sadar Kerukunan, di mana kehidupan masyarakat didasarkan pada prinsip toleransi, saling menghargai, serta kerja sama lintas iman demi terciptanya kehidupan yang damai dan produktif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara NU Ranting Maslahah, masyarakat Desa, dan Universitas Al-Qolam, demi membangun desa yang lebih maslahah, berdaya, dan harmonis.

Penulis: Kelompok 1 dan 2