Kita Semua Sama

Oleh: Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc. (Ketua LP3M Al-Qolam)

Sebut saja Mawar, mantan PSK, yang mencoba menata kehidupan ekonominya pasca pensiun dari profesi lamanya. Perempuan paruh baya yang awalnya mencoba peruntungan membuka toko kelontong. Tapi apa daya, akibat penyakit yang diderita dan beberapa hal yang menyebabkan ia terjebak hutang di banyak pihak menjadi muasal usahanya habis, bahkan rumahnya terancam penyitaan bank.

Hari ini Perempuan desa ini hijrah ke luar Jawa untuk mengadu nasib mencari rizki halal di luar pulau. Lagi lagi peruntungan belum juga berpihak padanya. Usaha yang dirintis pelan-pelan menuju kebangkrutan lagi.

Perempuan malang itu seperti ikan kecil yang terpelanting dan terseret pusaran air sendirian. Tidak ada yang membantu. Pada saat yang sama banyak “Si Saleh” berlomba membangun dan nemperbaiki masjid, membikin lembaga filantropi yang gagah, dan terkadang pilih-pilih dan berharap bantuannya sebagai “sogokan” agar menjadi orang “baik”: penuh ketamakan dan kepentingan.

Suara Perempuan itu lirih terdengar. Kondisinya merintih berharap bantuan. Sedang Si Saleh, sama sekali tidak menoleh dan mau mendengar, terhijab prasangka-prasangka bahwa dia layak mendapatkan ganjarannya.

Ya! Berbuat baik memang tidak ada yang sempurna. Demikian pula Si Perempuan yang bertekad meninggalkan keharaman, atau Si Saleh yang menyisakan prasangka. Semua akan belajar pada akhirnya.

Biarlah, Alloh yang Menilai, lebih baik Perempuan itu atau Si Saleh, yang mungkin tidak menyadari kekurangannya.

Tabik