
Madiredo, 4 Juni 2025 – Bertempat di Dusun Sumbermulyo, Desa Madiredo, telah dilaksanakan pertemuan penting yang dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tokoh NU dalam rangka membangkitkan kembali semangat sosial dan kepedulian melalui pembentukan pengurus LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama).
Pertemuan ini dihadiri oleh peserta KKN-T 10, Banom NU Dusun Sumbermulyo, Bapak Kepala Dusun Sumbermulyo, serta Ketua RT 34, 36, dan 38. Kegiatan tersebut menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali peran LAZISNU yang sebelumnya sempat berjalan di tahun 2019.
Ketua Ranting NU Dusun Sumbermulyo, Bapak Muhyidin Ghozali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi LAZISNU di wilayah ini belum berjalan dengan maksimal. Ia berharap melalui program kerja KKN-T 10 yang bekerja sama dengan NU, semangat kepedulian dan kemandirian warga dapat kembali tumbuh, khususnya melalui kegiatan LAZISNU.
Ketua Tanfidziyah LAZISNU MWC Kecamatan Pujon, Bapak Sugiyono, juga turut menyampaikan pentingnya peran LAZISNU dalam memperkuat organisasi dan membantu sesama. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal pengumpulan dana, tetapi juga tentang menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pertemuan ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar demi kebaikan bersama.
Selanjutnya, Bapak Zainal Arifin selaku Ketua LAZISNU MWC Pujon memaparkan struktur pengelolaan dana koin LAZISNU yang telah berjalan selama lebih dari tujuh tahun. Dari 32 ranting di Kecamatan Pujon, sebanyak 22 telah terbentuk dan 12 aktif menjalankan program. Beliau menegaskan bahwa LAZISNU bukan berupa tarikan atau iuran wajib, melainkan murni bentuk sedekah dari keikhlasan. Dana yang terkumpul akan dikelola dengan proporsi yang jelas: 25% untuk MWC, 10% untuk PC, dan sisanya digunakan untuk operasional, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Pada kesempatan itu pula, disampaikan bahwa kotak koin telah disiapkan oleh pengurus ranting, dan diharapkan kegiatan pentong koin bisa dimulai dari para pengurus Banom NU hingga menjangkau seluruh warga Nahdliyin. LAZISNU juga telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Madinah melalui penandatanganan MoU, yang diharapkan dapat memperkuat program layanan kesehatan.
Sebagai langkah konkret, pembentukan kepengurusan LAZISNU Dusun Sumbermulyo dilakukan secara musyawarah dan mufakat, dan terpilihlah Bapak Madi sebagai ketua. Dalam sambutannya, Pak Madi menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah dan menggerakkan roda organisasi demi kemaslahatan warga. Bapak Sugiyono juga mengusulkan agar dalam waktu kurang dari satu minggu, struktur kepengurusan dapat dirampungkan dan disahkan melalui Surat Keputusan (SK).
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN, NU, dan masyarakat dapat menjadi pemicu kebangkitan gerakan sosial yang berkelanjutan.
Penulis: Mahasiswa KKN-T UQM Kelompok 10 Desa Madiredo