
Selasa, 24 September 2024 pukul 09.30 WIB di bawah naungan LP3M Universitas Al-Qolam Malang, Pusat Kajian Maqashid Syari’ah melaksanakan diskusi pertama sekaligus launching yang bertempat di Training Room lt. 3 Gedung D Pascasarjana. Dengan dihadiri 31 peserta yang nantinya akan menjadi tim Pusat Kajian Maqashid Syari’ah, forum diskusi berjalan lancar dengan menghasilkan usulan struktur pusat kajian yang akan disahkan oleh Rektor Universitas Al-Qolam Malang.
Forum yang melibatkan pimpinan, dekan, kaprodi dan dosen pengampu mata kuliah ini bertujuan untuk menyatukan persepsi tentang basis paradigma tradisi pesantren yang akan dikembangan di Universitas Al-Qolam Malang, selain itu juga bertujuan untuk menyatukan persepsi semua dosen pengampu Studi Maqashid, Studi Pesantren dan Aswaja dan KKN PAR berbasis Maqashid tentang subtansi, materi dan kompetensi yang diimajinasikan pada 3 mata kuliah tersebut.

Diskusi pertama ini difokuskan membahas arah, subtansi dan integrasi 3 mata kulian yakni : (1) Studi Maqashid yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Adib, M.A (2) Studi Pesantren dan Aswaja yang disampaikan oleh Siti A’isyah, S.Ag., M.A dan (3) PAR dan KKN Maqashid yang disampaikan oleh Ahmad Atho’ Lukman Hakim, M.Sc. Tiga narasumber tersebut merupakan dosen pengampu mata kuliah masing-masing.
Setelah forum diskusi dibuka, moderator mempersilakan 3 narasumber secara berurutan untuk memaparkan materi dengan durasi maksimal 15 menit. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan tanya jawab. Banyak peserta diskusi yang antusias memberikan tanggapan dan menyampaikan keluh kesah terutama pada arah paradigma kampus pesantren yang dibangun di Universitas Al-Qolam Malang.
Seperti yang disampaikan oleh Mudhofar, S.Ag, S.Pd, M.A (Dosen Mata Kuliah Studi Maqashid), beliau menyampaikan bahwa perlu titik tekan dan pembeda antara kampus pada umumnya dengan kampus yang dibangun dengan paradigma pesantren dengan jargon ‘kuliah sak ngajine’. Menurut beliau, Al-Qolam masih belum terlalu menunjukan sebagai kampus yang memiliki jargon ‘kuliah sak ngajine’.
Forum diskusi pertama selesai pada pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH. Abiya Abrori selaku peserta diskusi dan dosen Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang.