Pengabdian Transformatif (Catatan tahun 2022)

Part 1

Dalam menterjemahkan visi besar IAI AL-Qolam LP3M sepanjang tahun 2022 menggariskan nilai dan prinsip yang diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan. Nilai yang digariskan LP3M adalah, pertama, kemanusiaan. Artinya pengabdian yang dilakukan LP3M menyangkut problem kemanusiaan tanpa memandang identitas dan status sosial. Kedua, khidmatul ummah, bahwa kerja-kerja kemanusiaan ini adalah bentuk pelayanan terhadap umat sebagi ejawantah dari pengabdian total pada Alloh dan Rosul-Nya. Sedang prinsip kerja yang menjadi acuan: kolaboratif, sinergis, ilmiyah dan transformartif.

Dengan dasar nilai dan prinsip tersebut LP3M sepanjang 2022 kegiatan pengabdian yang terpilah menjadi dua. Pertama, insedental. Kedua, Sistematis. Pengabdian insedental dilakukan jika ada bencana kemanusiaan yang mendesak dan mendadak.

Untuk yang pertama ini, sebagai contoh, sejak awal tahun 2022 LP3M mencanangkan Peduli Pendidikan Dararut Bencana saat semeru meletus pada tanggal 4 Desember 2021. 2 hari setelah gunung Semeru meletus LP3M mencanangkan program peduli pendidikan di saat tidak satu pun elemen lain konsentrasi di bidang itu. Meskipun beberapa lembaga lain menyusul akan tetapi pada akhirnya semua dibawah kordinasi LP3M IAI Al-Qolam. Bisa dikatakan Program Peduli Pendidikan Darurat Bencana yang berjalan 2 bulan lebih ini berhasil.


Pendidikan Darurat Bencana di Semeru, Lumajang

Lalu program kedua, dijalankan dengan 3 pola. Pertama, melalui pengabdian mahasiswa, kedua, pengabdian dosen, ketiga, kolaboratif dosen dan mahasiswa. Dari ketiganya LP3M mencoba mencari mengintegrasikan sehingga ada sinergitas yang berujung pada perubahan yang berkelanjutan.


Bincang Seputar Pengabdian Dosen

Untuk pengbadian mahasiswa lewat KKN yang terintegrasi dengan matakuliah PAR serta lewat pengabdian organisasi intra kampus. Untuk pertama, KKN dimulai dengan survei indeks Maslahah Desa yang tersususn dari 2 indeks: Indeks Keluarga Maslahah dan Indeks Desa Maslahah.


Mahasiswa KKN saat pelaksanaan survey indeks IKM dan IDM

Tidak menafikan yang lain, paling tidak ada dua capaian penting dari kegiatan KKN ini; pertama, di Desa Tamansatrian berhasil memecahkan kebuntuan pengamanan aset wakaf tanah. Selama ini warga kesulitan mencatatkan wakaf disebabkan kurangnya informasi dan komunikasi antara masyarakat dan para pemegang kebijkana pertanahan dan perwakafan. Tahun 2022 kemarin 27 titik tanah berhasil di catatkan. Hal itu melengkapi keberhasilan pada KKN tahun sebelumnya yang berhasil mengikrarkan 13 titik wakaf di desa yang berbeda (Desa Kepatihan Tirtoyudo).


Proses Ikrar Wakaf di Bambang, Wajak